BAB
11
A.
SIHIR
DAN PENYANGKALNYA
1.
Pengertian
Sihir
Sihir adalah istilah
yang tak asing. Kata-kata seperti santet, gendam, teluh dan lain
sebagainyaakrab ditelinga kita. Istilah-istilah itu tak lain adalah nama bagi
sihir yang perkembanganya dalam tradisi sudah melewati bilangan tahun yang
banyak. Para pakar yakin sihir sudah ada dibumi sejak zaman purba. Rumania,
Inggris, Thailand, dan banyak negara lain punya cerita sendiri begitu juga
Afriksa yang masyur dengan vodoo-nya.
Islam sendiri mengenal
sihir. Banyak ayat al-Qur’an dan hadits Nabi yang menceritakan tentang fenomena
uyang tergolong gaib ini. Satu yang paling terkenal adalah hadits Imam Bukhori dari Aisyah r.a. yang dimuat
dalam shohihnya. Hadits itu bercerita Aisyah mendapati Rosululloh saw, berkata
bahwa ia telah mendatangi istrinya padahal nabi tidak melakukannya. Sahabat Sufyan yang mendebngar ucapan Aisyah
itu lalu menyimpulkan Rosululloh telah terkena sihir yang hebat. Dan rosululloh
pun bercerita pada Aisyah bahwa ia di datangi dua orang laki-laki. Satu duduk
di dekat kepalanya dan lainnya di kakinya. Rosululloh mendengar dua orang itu
bercakap-cakap tentang dirinya yang terkena sihir Lubaid bin A’sham, seorang mata-mata Yahudi, lewat media sisir dan
rambut. Sihir itu diletakan di dalam sumur Dzarwan. Nabi mendatangi sumur itu
dan mengeluarkan sihir tersebut.
Ibnu
Abbas bercerita bahwa rambut Nabi tersebut dibawa oleh
pembantunya, seorang pemuda Yahudi, kepada sipenyihir setelah di desak warga
Yahudi yang menginginkan Nabi saw celaka. Rambut-rambut itu lalu diikatkan pada
gerigi-gerigi sisir Nabi yang telah mantrai membuat Nabi terganggu. Imam Ahmad menyebut setelah ikatan
rambut itu dilepas sahabat, Nabiseperti terbebas dari belenggu.
Sekalipun pasal ini
diperdebatkan sebagian para ulama beranggapan tak mungkin Nabi terkena sihir
karena ketinggian derajatnya, riwayat-riwayat ini menjadi asbabunnuzul turunnya surat al-falaq yang menjelaskan pentingnya
kita berlindung kepada kuasa Alloh dari kejahatan yang dilakukan mahluknya.,
termasuk kejahatan dari tukang sihir. : ”katakanlah:
“aku berlindung kepada Tuhan yang Mneguasai subuh. Dari kejahatan mahluk-Nya.
Dan dari kegelapan malam apabila telah gelap gulita dan dari kejahatan
wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dandari kejahatan
orang yang dengk apabila ia dengk.” (Qs. Al-Falaq: 1-5). Surat yang turun
sebelum Nabi berhijrah kemadinah ini membuktikan bahwa sihir memang ada.
2.
Makna
Sihir
Mengenai pengertiannya,
sihir merupakan sesuatu yang halus atau lembut dimana umumnya dilakukan dalam
praktek kemusyrikan. Praktek sihir dilakukan untuk mendekati setan dan meminta
pertolongan padanya. Dalam tradisi Arab, kata sihir dipakai untuk menamakan
satu kondisi saat kesehatan di ubah dengan cara-cara tertentu menjadi sakit. Wahid Abdussalam Baly yang menulis buku
ilmu sihir dan Penangkalnya,Tinjauan al-Qur’an, Hadits, dan Ulama, mengutif
pendapat Fakharudin Al-Razi yang
mengatakan secara syara sihir dikhususkan bagi sesuatu atau kejadian yang
sebabnya tidak terlihat atau samar. Sementara menurut Ibnu Qadamah, sihir adalah
satu pekerjaan yang menimbulkan pengaruh pada badan, hati atau akal orang yang
terkena sihir.
Ulama empat mazhab juga
memiliki pandangan yang tak jauh beda. Ulama Hanafi menjelaskan sihir sebagai
ilmu yang mampu menggelapkan jiwa seseorang untuk melakukan perbuatan aneh dan
keji, dengan sebab-sebab yang tak jelas. Para ulama pengikut Abu Hanifah ini
menilai sihir terjadi karena seseorang memuliakan selain Alloh swt dan
dengannya kemudian menghasilkan kemampuan mempengaruhi sesuatu.
Ulama Syafi’i
beranggapan sama. Menurut pengertian mereka, sihir mengubah jiwa manusia
menjadi keiji, baik perkataan maupun perbuatan dan terjadi pada perkara diluar
hukum-hukum kewajaran. Ulama Hambali melengkapi dengan menyebut sihir merupakan
ikatan, sesuatu yang menarik dan ucapan-ucapan yang diujarkan, ditulis atau
dipraktikan, yang berpengaruh pada fisik manusia yang menjadi objek sihir itu
tanpa suatu proses langsung. Ulama Maliki menambah sihir adalah suatu keadaan
dimana pikiran sadar dikalahkan oleh ilusi.
Satu pekerjaan halus,
dan berada pada wilayah yang menyimpang dari tauhid dan menyebabkan mudharat,
menjadi kesimpulan yang dapat kita petik dari uraian para alim ulama di atas.
Ini menjadi garis batas serta pembeda yang tegas dari keghoiban sejenis yang
juga dikenal dalam islam namun berada pada koridir yang hak. Hal-hal itu adalah
Karamah dan Mukjizat yang merupakan satu keutamaan yang dapat berupa hal
dahsyat diluar logika yang merupakan karunia Alloh bagi hamba-Nya yang saleh
serta Rosul-Nya di bumi. Para penyihir Fir’aun yang melempar tongkat dan
berubah jadi ular adalah sihir. Sedang Nabi Musa as. Yang juga melemparkan
tongkat yang juga berubah jadi ular adalah muk’jizat
Dalam masalah sihir,
islam telah banyak menekankan supaya umat islam tidak terlalu takut
terhadap keberadaannya kerana ia
merupakan sesuatu yang tidak ada hakikatnya. Sihir hanyalah salah satu bagian
yang dijadikan setan untuk menyesatkan manusia. Sihir hanyalah tipuan dan
peradaban manusia tidak akan pernah maju apabila mengandalkan tipuan dan
melupakan ilmu. Sihir akan menyesatkan manusia dan ilmu aknan membawa manusia
ke alam terang-menderang.
3.
Jenis-jens
Sihir
Macam-macam jenis sihir diantaranya ialah :
a. Sihir
al-kazhibi adalah jenis sihir yang sering dilakukan oleh seseorang untuk
mempengaruhi perasaan dan pikiran orang lain dengan bahasa-bahasa yang halus
dan lembut yang penuh dengan kebohongan. Tipuan ini sering digunakan oleh
orang-orang yang berpropesi sebagai pedagang, penyanyi, penyair, peramal,
sastrawan, dan orang yang sedang di mabuk cinta.
b. Sihir
al-‘aini adalah jenis sihir yang dapat memengaruhi pandangan mata dan daya
khayal seseorang. Orang-orang yang tergolong jenis sihir ini adalah para tukang
sulap.Mereka adalah golongan kafirun. Adapun dari golongan orang-orang yang
muslim, biasanya sihir jenis ini sering datang kepada para ahli bid’ah,
khurafat, dan orang-orang musyrik.
Rasululloh saw bersabda,
“Pandangan
mata (al-aini) adalah benar adanya dan dapat di datangi setan.” (Imam Bukhori dan Abu Hurairah r.a.)
“Barang
siapa melihat sesuatu mengesankan, hendaknya ia mengucap,’ Masya Alloh. Tidak
ada daya upaya kecuali dnegan kekuatan Alloh,’ maka ia tidak terkena bahaya (sihir
al-aini).”
Kedua hadits itu menunjukan adanya sihir
setan yang dapat melalui pandangan mata.
c. Sihir
al-qulubi adalah jenis sihir yang terjadi karena ada-nya keanehan pada diri
seseorang yang senang melakukan amalan-amalan hati, seperti orang yang senang
mengamalkan mantra-mantra tertentu, senang bertapa di dalam gua-gua atau
tempat-tempat keramat, melakukan puasa mutih, dan hal-hal lainnnya yang tdiak
diajarkan oleh islam.
d. Sihir
al-hasadi adalah jenis sihir yang
dilakukan oleh para pendengki terhadap orang yang di bencinnya. Masyarakat
Indonesia sering mneyebut sihir jenis ini dengan sebutan santet, teluh, atau
tenung.Penerus sihir jenis ini di anggap yang paling berbahaya dari jenis-jenis
sihir lainnya.
4.
Cara
Menangkal Kejahatan Sihir
5.
Fungsi
Al-Qur’an Diturunkan Alloh Untuk Manusia
a.
Sebagai
pelajaran. Al-Qur’an adalah pusat kajian ilmu pengetahuan, hukum, politik,
sosial, budaya, ekonomi, dan ilmu-ilmu lainnya.Dengan ilmu itu, kita
mendapatkan tentang mana yang baik dan mana yang buruk, perintah dan larangan,
salah dan benar, fungsi langit dan bumi beserta isinya, alam gaib, adanya sang
pencipta, malaikat, jin, alam kubur, aqidah yang benar, dan sebagainya.
b.
Sebagai
penyembuh penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh rusaknya hati. Apabil isi
al-qur’an itu di kaji dan di amalkan, ia akan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan
yang buruk yang ada pada diri kita dan dapat membangun keimanan serta tauhid
yang akan menimbulkan ketenangan hati.
c.
Sebagai rahmat
dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Yang dimaksud rahmat adalah Alloh
membuktikan janji-janji-Nya kepada kita apabila kita istiqomah di dalam jalan-Nya.
Yang dimaksud dengan petunjuk ialah Alloh memberikan rahsia-rahasia-Nya tentang
bagaimana kita harus hidup di dunia dan di akhirat, supaya selamat dari segala
tipu daya setan dan musuh-musuh Alloh.
6.
Cara
Mengobati Orang Terkena Sihir
Setiap orang yang
beriman dan selalu iklas dalam beribadah kepada Alloh dan Rasul-Nya, akan dapat
mengobati orang-orang yang terkena santet, pelet, dan lain-lainnya.
Adapun metode yang
harus dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Menunjukan
kepada setan beberapa sikap, antara lain sebagai berikut.
Ø Kita
harus ahu bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.Karenanya,
kitaarus bersikap selayaknya musuh dalam brperang, yaitu ap melawan menyerang,
dan mengalahkan mereka.
Ø Setiap
jin berusaa menggoda dan masuk ke dalam tubuh manusia adalah setan.
Ø Janganlah melakukan kompromi adalam bentukapapun,
misalnyasetan itu meminta persyaratan tertentutau meminta dibacakan ayat-ayat
Al-Qur’an supaya dirinya dapat keluar.
b. Selanjutnya,
usirlah setan itu dengan cara-cara yang dilkukan Rasululloh saw, antra lain
sebagai berikut.
“Aku
mengutukmu (hai setan) dengan kutukan Alloh.
“Keluarlah,
hai musuh Alloh!”
Cara tersebut haruus
disertai dengan sikap hati yang tegas dan berani serta melakukan pemijatan
(totokan) daerah-daerah tertentu,
seperti di titik pembuluh darah bawah telinga, diujung jari tangan dan
kaki.Bacalah do’a-do’a fensif (penyerang) .
7.
Dilarang
Berobat Dengan Jimat dan Jampi
Para ulama zuhud
berpendapat bahwa semua bentuk jimat hukumnya haram, berdasarkan dalil-dalil
yang mu’tabar, yakni sebagai berikut.
a.
Hadits-hadits
yang melarang pemakaian jimat itu bersifat umum, yang tidak membedakan antara
jimat yang satu ddan yang lainnya.
b.
Untuk
mengantisipasi kemungkinan makin meluasnya penggunaan jimat.
c.
Menggunakan
ayat-ayat Al-Qur”an sebagai jimat sama saja
merendahkan makna dan nilai
Al-Qur’an.
Kerena itu, tepatlah
pendapat ng mengatakan bahwa semua imat itu terlarang. Nabi saw, bahkan telah
mendoa’kan orang-orang yang emakaijimat dengan do’anya
“Barang siapa yang menggantungkan jimat, mudah-mudahan Alloh tidak
menyempurnakan urusannya, dan barang siapa yang menggantungkan benda keramat
(sebagai penangkal), mudah-mudahan Alloh tidak memberi perlindungan kepadnya.
Nabi saw tidak menyebut
pengobatan dengan jimat-jimat atau mantra-mantra (jampi), tetapi beliau hanya
menyebutkan hal-hal yang alami (thabi’iyyah).
Adapun jampi-jampi
(ruqyah) yang dibolehkan antara lain berikut ini.
“Aku
berlindung kepada Alloh dari godaan setan, dari bisikannya, tiupnnya, dan
embusannya."
@è%ur Éb>§ èqããr& y7Î/ ô`ÏB ÏNºtyJyd ÈûüÏÜ»u¤±9$# ÇÒÐÈ èqããr&ur Î/ Éb>u br& ÈbrçÛØøts ÇÒÑÈ
“Barang
siapa yang menggantunkan jimat, mudah-mudahan Alloh tidak menyempurnakann
urusannya, dan barang siapa yang menggantungkan benda keramat (sebagai
penanngkal), mudah-mudahan Alloh tidak memberi perlindungan kepadanya
B. Bagaimana
penyihir mengetahui nama dan berita langganannya
Roh-roh
itu berbicara tentang sebagian berita-berita yang benar, seperti nama
orang-orang yang hadir, isi saku orang yang hadir, atau berita tentang orang
yank mengaku pemilik roh padahal sebenarnya jin yang telah meninnggal sekian
lama. Sebenarnya yang disangka roh itu jin
taqrin orang yang telah meninggal dunia, atau jjin biasa yang main-main
yang mengetahuinya lantas ia bicara yang kelihatannya benar di hadapan orang
yang hadir.
Tukang
sihir mempunyai juga khadam jin atau qarin lantas tukar menukar informasi dengan qarinlangganannya itu.
Dengan cdemikian, setan penyihir mengetahui semuaberita dan rahasia
langganannya lantas diberitahukannya kepada penyihir untuk kemudian penyihir
mengatakannya.
`tBurr&
tb%x.
$\GøtB
çm»oY÷uômr'sù
$oYù=yèy_ur
¼çms9
#YqçR
ÓÅ´ôJt
¾ÏmÎ/
Îû
Ĩ$¨Y9$#
`yJx.
¼ã&é#sW¨B
Îû
ÏM»yJè=à9$#
}§øs9
8lÍ$s¿2
$pk÷]ÏiB
4 Ï9ºxx.
z`Îiã
tûïÌÏÿ»s3ù=Ï9
$tB
(#qçR%x.
cqè=yJ÷èt
ÇÊËËÈ
Dan
apakah orang yang sudah mati[502] Kemudian dia kami hidupkan dan kami berikan
kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di
tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada
dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?
Demikianlah kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang Telah
mereka kerjakan.
Maksudnya
ialah orang yang Telah mati hatinya yakni orang-orang kafir dan sebagainya.
C. Orang muslim
tidak Boleh Mendatangi Tukang Sihir atau Orang yang Mengaku Menaklukan Jin
Abu
Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda
“Barang
siapa mendatangi dukun lantasmembenarkan perkataannya, ia telah kufur kepada
yang diturunkan kepada Muhammad saw. (HR. Ashabus Sunan)
MENURUT
Al-Hakim, Hadist tersebut shohih dengan redaksi:
Barang
siapa mendatangi tukang ramal atau dukun lantas membenarkan perkataannya, ia
telah kufur terhadap yang dirturunjkan kepada Muhammad saw.
Imam
Ahmad, Ibnu Hibban, Thabaramni, dan al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasululloh saw
bersabda :
Tiga
golongan yang tidak akan masuk sorga: peminum arak, orang yang membenarkan
sihir , dan orang yang memutuskan silaturahmi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar