A.
Judul Penelitian
" Perpustakaan Sekolah
Tinggi Agama Islam Darul Arqam (STAIDA) Muhammadiyah Garut dan Pengaruhnya Terhadap
Prestasi Belajar Mahasiswa "
B.
Latar Belakang Masalah
Pada hakikatnya pendidikan itu
merupakan usaha membimbing agar peserta didik menjadi pribadi-pribasi yang
mandiri untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu usaha pendidikan tidak
cukup dengan sekedar memberikan pengetahuan saja, tetapi juga perlu
diperhatikan tentang sikap belajar dan kedisiplinan dilingkungan kampus yang
dapat membuka akal pikiran, keterampilan, dan mampu berdiri sendiri.
Pendidikan merupakan proses
pendewasaan, perubahan sikap, dan perilaku seseorang atau sekelompok orang
sebagai upaya proses untuk menumbuhkembangkan seluruh potensi manusia baik
fisik maupun rohani yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan budi luhur bangsa
melalui pelatihan dan pengajaran. Keberhasilan pendidikan merupakan tanggung
jawab secara kolektif bagi guru,
sekolah, keluarga dan masyarakat.
Salah satu usaha kampus untuk
meningkatkan disiplin keilmuan mahasiswa adalah mengoptimalkan fungsi
perpustakaan dan peranan perpustakaan di kampus. Perpustakaan kampus adalah
sarana yang perlu disediakan di setiap lembaga perguruan tinggi, karena
perpustakaan itu salah satu penunjang terwujudnya program pendidikan dan
pengajaran serta penelitian pada setiap lembaga pendidikan dan ilmu
pengetahuan.
Untuk mengoptimalkan wawasan dan
pengetahuan seorang mahasiswa harus mampu memanfaatkan perpustakaan kampus
sebagai salah satu sarana penunjang keberhasilan dalam proses kegiatan belajar
mengajar sehingga kualitas hasil pendidikan dapat lebih meningkat.
Agar peserta didik dapat
memanfaatkan koleksi perpustakaan kampus secara optimal, diperlukan seorang
pustakawan yang dapat:
1.
Membangkitkan
gairah dan menanamkan kebijaksanaannya untuk membaca kepada mahasiswa dan dosen.
2.
Meningkatkan
kecintaan mahasiswa dan dosen terhadap bahan-bahan perpustakaan.
3.
Menumbuhkan
pengertian dalam diri mahasiswa dan dosen bahwa membaca itu merupakan suatu
kebutuhan yang harus dipenuhi seperti halnya makan dan minum.
4.
Mengejar
ketinggalan dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (Dikbud,1962:2)
Untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan kampus kepada mahasiswa,
perlu adanya pengelolan perpustakaan kampus dengan baik, karena perpustakaan
kampus merupakan sumber belajar bagi mahasiswa supaya mereka dapat belajar
secara aktif dan mandiri, perpustkaan kampus merupakan salah satu faktor
penunjang yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan
mahasiswa, kegiatan belajar secara aktif dan mandiri tersebut tidak bisa
dipisahkan dalam kegiatan pendidikan di kampus dalam kelangsungan kegiatan
belajar mengajar di kampus.
Keberhasilan yang dapat di capai oleh adanya perpustakaan kampus
tergantung pada keefektifan mahasiswa dalam menggunakan dan memanfaatkan secara
efektif perpustakaan kampus. Begitu pula halnya dengan perpustakaan kampus di
STAIDA Muhammadiyah Garut, yang berdekatan dengan lokasi kelas di kampus serta
lebih memudahkan bagi para mahasiswa untuk menggunakan perpustakaan kampus
sebagai salah satu sarana untuk menunjang
berlangsungnya kegiata proses belajar mengajar.
Perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut merupakan suatu unit kerja
kampus yang telah dilengkapi dengan berbagai macam bahan literature dan
buku-buku pelajaran, buku pedoman dosen, bahan-bahan imformasi lainnya yang
dibutuhkan. Ibrhm bapadal (1992 : 23), berpendapat bahwa perpustakaan itu
mempunyai ciri-ciri spesifik sebagai berikut :
1.
Perpustakaan
merupakan suatu unit kerja
2.
Perpustakaan
mengelola sejumlah bahan pustaka
3.
Perpustakaan
harus digunakan oleh para pemakai
4.
Perpustakaan
sebagai sumber informasi
Keberadaan perpustakaan kampus akan bermanfaat dan mampu
memperlancar kelangsungan kegiatan proses balajar mengajar di suatu kampus
apabila para mahasiswa memiliki kecendrungan yang tinggi dan minat baca yang
baik. Berbeda halnya di STAIDA Muhammadiyah Garut hanya sebagian kecil mahasiswa yang memiliki kecendrungan mambaca
di perpustakaan. Padahal membaca di perpustakaan merupakan salah satu upaya
mereka untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan diluar kegiatan melajar
mengajar, sebagai upaya mereka untuk meningkatkan prestasinya dalam belajar.
Hal di atas juga dikarenakan sebagian besar diantara para mahasiswa STAIDA
Muhammadiyah Garut belum menyadari dan belum mampu memanfaatkan perpustakaan
kampus secara efisien dan efektif, sehingga dengan kurangnya minat dan kemauan
mereka untuk membaca di perpustakaan mengakibatkan kurangnya juga wawasan
pengatahuan di luar berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar.
Hal ini terbukti dari mahasiswa STAIDA Muhammasiyah Garut yang
menggunakan perpustakaan diluar berlangsungnya proses belajar mengajar, perpustakaan
dipergunakan hanya pada waktu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di
kampus. Berbeda dengan perpustakaan kampus pada umumnya yang lebih banyak
memberikan waktu, sarana dan prasarana yang maksimal.
Setelah memperhatikan hal-hal tersebut, dipandang perlu mengadakan
penelitian dan analisis serta pembahasan yang lebih lanjut dengan mengambil
lokasi penelitian di STAIDA Muhammadiyah Garut. Adapun judul yang diangkat
untuk penelitian ini adalah "Perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut dan
Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswanya"
C. Masalah Penelitian
Dari latar belakang yang dipaparkan di atas, maka penelitian ini
bertitik tolak dari hasil pengamatan tersebut, bahwa perpustakaan STAIDA Muhammadiyah
Garut belum berjalan secara optimal,
artinya belum dapat di manfaaatkan dan digunakan oleh sebagian para mahasiswa
sebagai sarana untuk memproleh bermacam-macam ilmu pengetahuan dalam menunjang
kegiatan belajar mengajar.
Dengan demikian,
permasalahanya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.
Bagaimana
penggunaan perpustakaan oleh mahasiswa STIDA Muhammadiyah Garut?
2.
Bagaiman
prestasi belajar mahasiswa di STAIDA Muhammadiyah
Garut?
3.
Bagaimana
pengaruh penggunaan perpustakaan terhadap perstasi belajar mahasiswa di STAIDA
Muhammadiyah Garut?
4.
Bagaimana
pengembangan dan pengelolaan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut?
5.
Bagaimana
pelayanan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut?
6.
Apa
hambatan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut?
D. Pembatasan Masalah
Berdasarkan
perumusan masalah penelitian di atas, maka perlu adanya pembatasan masalah
dalam penelitian ini, adapun pembatasan masalah adalah dilihat dari
factor-faktor sebagai berikut :
- Minat baca mahasiswa di perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut.
- Organisasi perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
- Sarana perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
- Manajemen pustaka di STAIDA Muhammadiyah Garut.
- Pelayanan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
- Program dan kegiatan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
- Pengaruh dari masalah di atas terhadap prestasi belajar mahasiswa STAIDA Muhammadiyah Garut.
E. Signifikasi Masalah
Fakta sudah terlalu jelas mengatakan bahwa wajah sebuah bangsa dapat
dilihat dari wajah perpustakaannya dan kemajuan sebuah bangsa dapat dilihat
dari tingkat minat bacanya. Baik secara langsung maupun tidak langsung
kebiasaan membaca menjadi salah satu indikator kualitas sebuah perguruan tinggi
bahkan secara nasional sangat menentuka tinggi rendahnya indeks pembangunan
manusia atau human development index (HDI), dan tinggi rendahnya HDI
menentukan kualitas bangsa. Pernyataan tersebut juga membuktikan bahwa dengan membaca
buku merupakan kunci perubahan dunia. Itulah sebabnya buku sering disebut
sebagai jendela peradaban. Karena dari bukulah peradaban sebuah Negara menjadi
maju, dan dari buku pula sebuah peradaban tak memberi makna apa-apa ketika buku
diabaikan begitu saja.
Hal inilah yang memberi inspirasi kepada peneliti dalam menentukan
penelitiannya dan masalah apa yang dijadikan bahan penelitiannya. STAIDA
Muhammadiyah Garut sebagai salah satu perguruan tinggi yang senantiasa
menginginkan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusianya (HDI) dalam
hal ini adalah mahasiswa, sudah selayaknya memiliki perpustakaan yang memiliki
kualitas dan minat baca dari mahasiswa yang lebih baik pula.
Oleh karena itulah, perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut memiliki
peranan yang signifikan untuk mendukung gemar membaca dan meningkatkan literasi
imformasi, juga untuk mengembangkan mahasiswa supaya dapat belajar secara independen.
F.
Kajian Riset Sebelumnya
Telah diakui sejarah pendidikan mana pun bahwa perpustakaan
merupakan pusat pendidikan dan peningkatan kualitas diri (self-improvement).
Ia juga memiliki kekuatan sebagai penggerak untuk pembelajaran yang lebih
efektifdan dinamis , baik untuk individu maupun kelompok. Khususnya di
perguruan tinggi, perpustakaan memiliki peranan yang sangat vitalsebagai sumber
daya material untuk penelitian dan membaca atau sebagai tempat belajar yang
kondusif.
Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat
menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Perpustakaan mempunyai
peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang
sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan.
Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu
pengetahuan. Selain itu perpustakaan juga merupakan jantung bagi kehidupan
aktifitas akademik, karena dengan adanya perpustakaan dapat diperoleh data atau
informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perpustakaan harus menjadi sarana aktif/interaktif
dan menjadi tempat dihasilkannya berbagai hal baru.
Untuk mewujudkan kondisi perpustakaan sesuai dengan fungsi dan
peranannya maka perpustakaan harus dirubah sistem operasionalnya dari
perpustakaan manual/tradisional menjadi perpustakaan yang berbasis pada
teknologi informasi dan komunikasi (Perpustakaan digital). Dengan menerapkan
teknologi informasi dan komunikasi diharapkan setiap perpustakaan secara
bertahap dapat mengejar ketinggalannya dari perpustakaan-perpustakaan yang
lebih maju dan lebih modern serta dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan bagi
masyarakat. Selain hal tersebut diperlukan suatu manajemen pengelolaan yang
sesuai dengan standar internasional dalam mengelola perpustakaan. Karena tanpa
manajemen yang baik pekerjaan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang
diharapkan.
Sudah tidak relevan lagi apabila perpustakaan diklaim sebagai gudang
buku yang berdebu. Perpustakaan mempunyai peranan penting, apabila dikelola
dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kecerdasan dan kehidupan
bangsa. Diwujudkannya perpustakaan modern (digital) dan penerapan otomasi
perpustakaan dapat memberikan kesempatan kepada pengguna mengembangkan
pengetahuannya secara mandiri. Perbaikan manajemen merupakan strategi
memperbaiki citra perpustakaan, sehingga perpustakaan menjadi sebuah pusat
informasi yang modern dan profesional. Adanya pelayanan perpustakaan yang
berorientasi pada pelayanan prima, dimana pelayanan tersebut harus berorientasi
pada kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Suherman.2006.14-15).
G. Kerangka Teori
Perpustakan kampus merupakan salah
satu sarana dan alat esensial dalam menunjang tujuan program pendidikan,
perpustakaan kampus ikut berperan dalam
menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, maka keberadaan
perpustakaan harus mampu menunjang
terhadap kelangsungan pengajaran. Begitu juga perpustakaan kampus
merupakan salah satu faktor bagi pertumbuhan dan perkembangan wawasan ilmu
pengetahuan peserta didik, sehingga fungsi dan peran perpustakaan itu tidak
bisa dipisahkan dari kegiatan pendidikan.
Oleh karena itu, untuk mencapai fungsi dan peranan perpustakaan dibutuhkanlah
teori untuk mencapai sasaran peranan perpustakaan tersebut. Adapun teori tersebut adalah:
a.
Mahasiswa
dituntut supaya membiasakan membaca dan meningkatkan prestasi belajarnya
b.
Membenahi
Organisasi perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
c.
Meningkatkan
sarana perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
d.
Meningkatkan
manajemen pustaka di STAIDA Muhammadiyah Garut.
e.
Meningkatkan
pelayanan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
f.
Mengembangkan
dan meningkatkan program dan kegiatan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah
Garut.
Dengan memperhatikan uraian tersebut ditarik suatu kesimpulan, bahwa
penggunaan perpustakaan bagi mahasiswa berpengaruh terhadap prestasi belajar
mahasiswa. Dan hal itu dapat di capai dengan cara adanya kerja sama anatara
mahasiswa, perguruan tinggi, dan intansi terkait.
H.
Metode Penelitian
1.
Menetukan Jenis Data
Jenis data yang akan dikumpulkan untuk
memecahkan permasalahan di atas adalah data kualitatif dan data kuantatif. Data
kualitatif bersumber pada hasil pengumpulan observasi, wawancara, angket.
Sedangkan data kuantitatif adalah data yang lebih spesifik diarahkan pada
pendalaman analisis tentang pengaruh penggunaan perpustakaan terhadap prestasi
belajar mahasiswa.
Data ini akan diarahkan pada pendalaman tentang seg-segi praktis
yang berlangsung di lokasi penelitian seperti mengamati kegiatan belajar
mengajar, aktivitas siswa di luar jam pelajaran, interrelasi siswa dengan sesamanya,
gambaran lokasi penelitian, sampai pada masalah lembaga yang terkait dengan
perpustakaan itu sendiri .
2. Menentukan Sumber Data
Penelitian ini dilaksnakan di STAIDA Muhammadiyah
Garut,. Lokasi ini dipilih sebagai lokasi penelitian, mengingat di lokasi
inilah di temukan permasalahan. Disamping itu, lokasi ini cukup tersedia
sejumlah data dan sumber data yang di perlukan untuk penelitian.
Adapun yang menjadi sumber penelitian ini
adalah perpustakaan, mahasiswa, dan lembaga perguruan tinggi STAIDA Muhammadiyah
Garut.
3.
Sumber
Data
Selain mahasiswa sebagai sumber data
primer, data dalam penelitian ini juga di dasarkan pada hasil laporan dosen
kampus, Pembina mahasiswa, dosen bidang studi, dan pengelola perpustakaan.
4.
Metode Penelitian Data
Dalam penelitian ini digunakan metode
deskriptif, yaitu suatu metode yang di arahkan pada upaya pemecahan masalah dengan
cara memaparkan atau menggambarkan apa adanya hasil penelitian. Penggunaan
metode diskriptif ini di dasarkan atas pertimbangan bahwa metode ini di anggap
mampu utuk mengungkap, menggali dan menganalisis penomena empiris yang teradi
pada masa sekarang (faktual). Di nilai juga mampu menjelaskan dan menentukan
kedudukan hubungan antara satu variable dengan variable lainnya. Dalam hal ini
di pergunakan untuk mengetahui keterkaitan antara variable pengaruh penggunaan
perpustkaan terhadap prestasi belajar mahasiswa.
5.
Penentuan
Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini,
digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a.
Wawancara
Wawancara merupakan
teknik pengumpulan data secara langsug kepada responden yang meliputi dosen
kelas, mahasiswa, pustakawan dan pihak lembaga yang terkait.
b.
Angket
Angket dalam
penelitian ini di ajukan kepada mahasiswa untuk mengetahui pengguanaan
perpustakaan bagi mahasiswa, dan metode ini di gunakan untuk mempermudah dalam
mendapatkan data secara tertulis, yang di peroleh dari responden sebagai
sempelnya. Pada responden diminta untuk mengisi jawaban dan memilih salah satu
alternative jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang di sediakan peneliti.
Angket ini disebarkan untuk mendapatkan imformasi dari sumber data (responden).
I. Sumber Bacaan / Reverensi
Adapun yang dijadikan
sumber refensi Dalam penelitian ini adalah berupa buku-buku yang terkait dengan
perpustakaan yang membahas mengenai sejarah, pengelolaan, dan Tekhnologi
informasi dan komunikasi perpustakaan , baik itu dari buku maupun berupa
tambahan dari internet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar