Jumat, 08 Juni 2012

Penelitian Perpustakaan STAIDA MUHAMMADIYAH GARUT


A.  Judul Penelitian
" Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqam (STAIDA) Muhammadiyah Garut dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa "

B.  Latar Belakang Masalah
            Pada hakikatnya pendidikan itu merupakan usaha membimbing agar peserta didik menjadi pribadi-pribasi yang mandiri untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu usaha pendidikan tidak cukup dengan sekedar memberikan pengetahuan saja, tetapi juga perlu diperhatikan tentang sikap belajar dan kedisiplinan dilingkungan kampus yang dapat membuka akal pikiran, keterampilan, dan mampu berdiri sendiri.
            Pendidikan merupakan proses pendewasaan, perubahan sikap, dan perilaku seseorang atau sekelompok orang sebagai upaya proses untuk menumbuhkembangkan seluruh potensi manusia baik fisik maupun rohani yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan budi luhur bangsa melalui pelatihan dan pengajaran. Keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab secara kolektif  bagi guru, sekolah, keluarga dan masyarakat.
            Salah satu usaha kampus untuk meningkatkan disiplin keilmuan mahasiswa adalah mengoptimalkan fungsi perpustakaan dan peranan perpustakaan di kampus. Perpustakaan kampus adalah sarana yang perlu disediakan di setiap lembaga perguruan tinggi, karena perpustakaan itu salah satu penunjang terwujudnya program pendidikan dan pengajaran serta penelitian pada setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan.
            Untuk mengoptimalkan wawasan dan pengetahuan seorang mahasiswa harus mampu memanfaatkan perpustakaan kampus sebagai salah satu sarana penunjang keberhasilan dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga kualitas hasil pendidikan dapat lebih meningkat.
            Agar peserta didik dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan kampus secara optimal, diperlukan seorang pustakawan yang dapat:
1.      Membangkitkan gairah dan menanamkan kebijaksanaannya untuk membaca kepada mahasiswa dan dosen.
2.      Meningkatkan kecintaan mahasiswa dan dosen terhadap bahan-bahan perpustakaan.
3.      Menumbuhkan pengertian dalam diri mahasiswa dan dosen bahwa membaca itu merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi seperti halnya makan dan minum.
4.      Mengejar ketinggalan dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (Dikbud,1962:2)
Untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan kampus kepada mahasiswa, perlu adanya pengelolan perpustakaan kampus dengan baik, karena perpustakaan kampus merupakan sumber belajar bagi mahasiswa supaya mereka dapat belajar secara aktif dan mandiri, perpustkaan kampus merupakan salah satu faktor penunjang yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan mahasiswa, kegiatan belajar secara aktif dan mandiri tersebut tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pendidikan di kampus dalam kelangsungan kegiatan belajar mengajar di kampus.
Keberhasilan yang dapat di capai oleh adanya perpustakaan kampus tergantung pada keefektifan mahasiswa dalam menggunakan dan memanfaatkan secara efektif perpustakaan kampus. Begitu pula halnya dengan perpustakaan kampus di STAIDA Muhammadiyah Garut, yang berdekatan dengan lokasi kelas di kampus serta lebih memudahkan bagi para mahasiswa untuk menggunakan perpustakaan kampus sebagai salah satu sarana untuk menunjang  berlangsungnya kegiata proses belajar mengajar.
Perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut merupakan suatu unit kerja kampus yang telah dilengkapi dengan berbagai macam bahan literature dan buku-buku pelajaran, buku pedoman dosen, bahan-bahan imformasi lainnya yang dibutuhkan. Ibrhm bapadal (1992 : 23), berpendapat bahwa perpustakaan itu mempunyai ciri-ciri spesifik sebagai berikut :
1.      Perpustakaan merupakan suatu unit kerja
2.      Perpustakaan mengelola sejumlah bahan pustaka
3.      Perpustakaan harus digunakan oleh para pemakai
4.      Perpustakaan sebagai sumber informasi
Keberadaan perpustakaan kampus akan bermanfaat dan mampu memperlancar kelangsungan kegiatan proses balajar mengajar di suatu kampus apabila para mahasiswa memiliki kecendrungan yang tinggi dan minat baca yang baik. Berbeda halnya di STAIDA Muhammadiyah Garut hanya sebagian kecil  mahasiswa yang memiliki kecendrungan mambaca di perpustakaan. Padahal membaca di perpustakaan merupakan salah satu upaya mereka untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan diluar kegiatan melajar mengajar, sebagai upaya mereka untuk meningkatkan prestasinya dalam belajar.
Hal di atas juga dikarenakan sebagian besar diantara para mahasiswa STAIDA Muhammadiyah Garut belum menyadari dan belum mampu memanfaatkan perpustakaan kampus secara efisien dan efektif, sehingga dengan kurangnya minat dan kemauan mereka untuk membaca di perpustakaan mengakibatkan kurangnya juga wawasan pengatahuan di luar berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar.
Hal ini terbukti dari mahasiswa STAIDA Muhammasiyah Garut yang menggunakan perpustakaan diluar berlangsungnya proses belajar mengajar, perpustakaan dipergunakan hanya pada waktu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di kampus. Berbeda dengan perpustakaan kampus pada umumnya yang lebih banyak memberikan waktu, sarana dan prasarana yang maksimal.
Setelah memperhatikan hal-hal tersebut, dipandang perlu mengadakan penelitian dan analisis serta pembahasan yang lebih lanjut dengan mengambil lokasi penelitian di STAIDA Muhammadiyah Garut. Adapun judul yang diangkat untuk penelitian ini adalah "Perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswanya"

C.  Masalah Penelitian
Dari latar belakang yang dipaparkan di atas, maka penelitian ini bertitik tolak dari hasil pengamatan tersebut, bahwa perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut belum  berjalan secara optimal, artinya belum dapat di manfaaatkan dan digunakan oleh sebagian para mahasiswa sebagai sarana untuk memproleh bermacam-macam ilmu pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
 Dengan demikian, permasalahanya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana penggunaan perpustakaan oleh mahasiswa STIDA Muhammadiyah Garut?
2.      Bagaiman prestasi belajar mahasiswa  di STAIDA Muhammadiyah Garut?
3.      Bagaimana pengaruh penggunaan perpustakaan terhadap perstasi belajar mahasiswa di STAIDA Muhammadiyah Garut?
4.      Bagaimana pengembangan dan pengelolaan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut?
5.      Bagaimana pelayanan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut?
6.      Apa hambatan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut?

D. Pembatasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah penelitian di atas, maka perlu adanya pembatasan masalah dalam penelitian ini, adapun pembatasan masalah adalah dilihat dari factor-faktor sebagai berikut :
  1. Minat baca mahasiswa di perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut.
  2. Organisasi perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
  3. Sarana perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
  4. Manajemen pustaka di STAIDA Muhammadiyah Garut.
  5. Pelayanan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
  6. Program dan kegiatan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
  7. Pengaruh dari masalah di atas terhadap prestasi belajar mahasiswa STAIDA Muhammadiyah Garut.

E. Signifikasi Masalah
Fakta sudah terlalu jelas mengatakan bahwa wajah sebuah bangsa dapat dilihat dari wajah perpustakaannya dan kemajuan sebuah bangsa dapat dilihat dari tingkat minat bacanya. Baik secara langsung maupun tidak langsung kebiasaan membaca menjadi salah satu indikator kualitas sebuah perguruan tinggi bahkan secara nasional sangat menentuka tinggi rendahnya indeks pembangunan manusia atau human development index (HDI), dan tinggi rendahnya HDI menentukan kualitas bangsa. Pernyataan tersebut juga membuktikan bahwa dengan membaca buku merupakan kunci perubahan dunia. Itulah sebabnya buku sering disebut sebagai jendela peradaban. Karena dari bukulah peradaban sebuah Negara menjadi maju, dan dari buku pula sebuah peradaban tak memberi makna apa-apa ketika buku diabaikan begitu saja.
Hal inilah yang memberi inspirasi kepada peneliti dalam menentukan penelitiannya dan masalah apa yang dijadikan bahan penelitiannya. STAIDA Muhammadiyah Garut sebagai salah satu perguruan tinggi yang senantiasa menginginkan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusianya (HDI) dalam hal ini adalah mahasiswa, sudah selayaknya memiliki perpustakaan yang memiliki kualitas dan minat baca dari mahasiswa yang lebih baik pula.
Oleh karena itulah, perpustakaan STAIDA Muhammadiyah Garut memiliki peranan yang signifikan untuk mendukung gemar membaca dan meningkatkan literasi imformasi, juga untuk mengembangkan mahasiswa supaya dapat belajar secara independen.

F. Kajian Riset Sebelumnya
Telah diakui sejarah pendidikan mana pun bahwa perpustakaan merupakan pusat pendidikan dan peningkatan kualitas diri (self-improvement). Ia juga memiliki kekuatan sebagai penggerak untuk pembelajaran yang lebih efektifdan dinamis , baik untuk individu maupun kelompok. Khususnya di perguruan tinggi, perpustakaan memiliki peranan yang sangat vitalsebagai sumber daya material untuk penelitian dan membaca atau sebagai tempat belajar yang kondusif.
Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan. Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan. Selain itu perpustakaan juga merupakan jantung bagi kehidupan aktifitas akademik, karena dengan adanya perpustakaan dapat diperoleh data atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perpustakaan harus menjadi sarana aktif/interaktif dan menjadi tempat dihasilkannya berbagai hal baru.
Untuk mewujudkan kondisi perpustakaan sesuai dengan fungsi dan peranannya maka perpustakaan harus dirubah sistem operasionalnya dari perpustakaan manual/tradisional menjadi perpustakaan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (Perpustakaan digital). Dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan setiap perpustakaan secara bertahap dapat mengejar ketinggalannya dari perpustakaan-perpustakaan yang lebih maju dan lebih modern serta dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan bagi masyarakat. Selain hal tersebut diperlukan suatu manajemen pengelolaan yang sesuai dengan standar internasional dalam mengelola perpustakaan. Karena tanpa manajemen yang baik pekerjaan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Sudah tidak relevan lagi apabila perpustakaan diklaim sebagai gudang buku yang berdebu. Perpustakaan mempunyai peranan penting, apabila dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kecerdasan dan kehidupan bangsa. Diwujudkannya perpustakaan modern (digital) dan penerapan otomasi perpustakaan dapat memberikan kesempatan kepada pengguna mengembangkan pengetahuannya secara mandiri. Perbaikan manajemen merupakan strategi memperbaiki citra perpustakaan, sehingga perpustakaan menjadi sebuah pusat informasi yang modern dan profesional. Adanya pelayanan perpustakaan yang berorientasi pada pelayanan prima, dimana pelayanan tersebut harus berorientasi pada kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Suherman.2006.14-15).

G.   Kerangka Teori
            Perpustakan kampus merupakan salah satu sarana dan alat esensial dalam menunjang tujuan program pendidikan, perpustakaan kampus ikut berperan dalam  menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, maka keberadaan perpustakaan harus mampu menunjang  terhadap kelangsungan pengajaran. Begitu juga perpustakaan kampus merupakan salah satu faktor bagi pertumbuhan dan perkembangan wawasan ilmu pengetahuan peserta didik, sehingga fungsi dan peran perpustakaan itu tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pendidikan.
Oleh karena itu, untuk mencapai fungsi dan peranan perpustakaan dibutuhkanlah teori untuk mencapai sasaran peranan perpustakaan tersebut.  Adapun teori tersebut  adalah:
a.       Mahasiswa dituntut supaya membiasakan membaca dan meningkatkan prestasi belajarnya
b.      Membenahi Organisasi perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
c.       Meningkatkan sarana perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
d.      Meningkatkan manajemen pustaka di STAIDA Muhammadiyah Garut.
e.       Meningkatkan pelayanan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
f.       Mengembangkan dan meningkatkan program dan kegiatan perpustakaan di STAIDA Muhammadiyah Garut.
Dengan memperhatikan uraian tersebut ditarik suatu kesimpulan, bahwa penggunaan perpustakaan bagi mahasiswa berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dan hal itu dapat di capai dengan cara adanya kerja sama anatara mahasiswa, perguruan tinggi, dan intansi terkait.

H.  Metode Penelitian
1.   Menetukan Jenis Data
Jenis data yang akan dikumpulkan untuk memecahkan permasalahan di atas adalah data kualitatif dan data kuantatif. Data kualitatif bersumber pada hasil pengumpulan observasi, wawancara, angket. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang lebih spesifik diarahkan pada pendalaman analisis tentang pengaruh penggunaan perpustakaan terhadap prestasi belajar mahasiswa.
      Data ini akan diarahkan pada pendalaman tentang seg-segi praktis yang berlangsung di lokasi penelitian seperti mengamati kegiatan belajar mengajar, aktivitas siswa di luar jam pelajaran, interrelasi siswa dengan sesamanya, gambaran lokasi penelitian, sampai pada masalah lembaga yang terkait dengan perpustakaan itu sendiri .
2Menentukan Sumber Data
Penelitian ini dilaksnakan di STAIDA Muhammadiyah Garut,. Lokasi ini dipilih sebagai lokasi penelitian, mengingat di lokasi inilah di temukan permasalahan. Disamping itu, lokasi ini cukup tersedia sejumlah data dan sumber data yang di perlukan untuk penelitian.
Adapun yang menjadi sumber penelitian ini adalah perpustakaan, mahasiswa, dan lembaga perguruan tinggi STAIDA Muhammadiyah Garut.
3.      Sumber Data
Selain mahasiswa sebagai sumber data primer, data dalam penelitian ini juga di dasarkan pada hasil laporan dosen kampus, Pembina mahasiswa, dosen bidang studi, dan pengelola perpustakaan.
4.   Metode Penelitian Data
Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, yaitu suatu metode yang di arahkan pada upaya pemecahan masalah dengan cara memaparkan atau menggambarkan apa adanya hasil penelitian. Penggunaan metode diskriptif ini di dasarkan atas pertimbangan bahwa metode ini di anggap mampu utuk mengungkap, menggali dan menganalisis penomena empiris yang teradi pada masa sekarang (faktual). Di nilai juga mampu menjelaskan dan menentukan kedudukan hubungan antara satu variable dengan variable lainnya. Dalam hal ini di pergunakan untuk mengetahui keterkaitan antara variable pengaruh penggunaan perpustkaan terhadap prestasi belajar mahasiswa.
5.      Penentuan Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a.       Wawancara
            Wawancara merupakan teknik pengumpulan data secara langsug kepada responden yang meliputi dosen kelas, mahasiswa, pustakawan dan pihak lembaga yang terkait.
b.      Angket
            Angket dalam penelitian ini di ajukan kepada mahasiswa untuk mengetahui pengguanaan perpustakaan bagi mahasiswa, dan metode ini di gunakan untuk mempermudah dalam mendapatkan data secara tertulis, yang di peroleh dari responden sebagai sempelnya. Pada responden diminta untuk mengisi jawaban dan memilih salah satu alternative jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang di sediakan peneliti. Angket ini disebarkan untuk mendapatkan imformasi dari sumber data (responden).

I.   Sumber Bacaan / Reverensi
Adapun yang dijadikan sumber refensi Dalam penelitian ini adalah berupa buku-buku yang terkait dengan perpustakaan yang membahas mengenai sejarah, pengelolaan, dan Tekhnologi informasi dan komunikasi perpustakaan , baik itu dari buku maupun berupa tambahan dari internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar